Sejarah Singkat

Pendidikan adalah kata kunci untuk meraih masa depan. Tanpa pendidikan, hidup kita hampa tanpa pedoman. Seperti pepatah yang berbunyi:”Ibarat tanah tak akan berbuah jika tidak diolah, begitu pula jiwa (akal budi) akan mandul jika tidak diasah”.  Pendidikan menengah atas khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam proses peletakan dasar pendidikan berorientasi ilmu dan pekerjaan bagi generasi penerus bangsa. Pada tahap inilah SMK Ma’arif 2 Temon melaksanakan kegiatan belajar mengajar berusaha membentuk sumber daya manusia agar menjadi generasi yang handal, memiliki harkat dan martabat yang sebanding dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Pada tahun 1997 pendirian SMK Ma’arif 2 Temon tidak dikabulkan oleh Dinas Pendidikan Kulon Progo, tetapi dengan kegigihan para pengurus Nadliyin, akhirnya pada tahun 1998 mendapatkan izin untuk mendirikan dua sekolah SMK Ma’arif yaitu SMK Ma’arif 1 Nanggulan dan SMK Ma’arif 2 Temon. Pendirian SMK Ma’arif 2 Temon diprakarsai oleh Bapak Drs.H.Muntachob, M.HI beserta tokoh Nadliyin lainnya antara lain :

  1. Muh Hisyam
  2. R.H.Boko Suroso, M.Pd I
  3. Hartono
  4. R.H.Purwito

Pada awal berdiri tahun 1998, SMK Ma’arif 2 Temon hanya mempunyai satu jurusan yaitu jurusan Otomotif dengan 2 kelas sebanyak 80 siswa, serta beroperasi dengan 15 orang tenaga pengajar dan 4 Tenaga Pendidikan. Tapi kini, sudah memiliki 3 jurusan dengan 11 kelas, sebanyak 213 siswa, 30 tenaga pengajar, dan 9 tenaga pendidikan.

Dari tahun ke tahun, sekolah ini telah melahirkan pelajar yang berjaya dalam bidang akademik maupun nonakademik. Sehingga sekolah ini terus mencipta para pelajar yang penuh semangat untuk membentuk insan yang berguna dan menjadi penerus perjuangan para Nadliyin zaman dahulu.